Senin, 12 Oktober 2015

 Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama sepekan belakangan mengalami pergerakan yang cukup mengejutkan. Pada awal pekan, Rupiah memperlihatkan penguatannya hingga secara perlahan meninggalkan level Rp14.800-an.
Adapun banyak pihak menilai penguatan Rupiah mulai dari melemahnya data-data ekonomi di AS yang nampaknya memberikan dampak negatif pada nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang dunia, bahkan termasuk Rupiah. Buruknya data ekonomi AS membuat the Fed tidak akan berani menaikkan suku bunga.Pada awal pekan, Rupiah dibuka menghajar dolar AS. Saat itu, Rupiah berhasil menguat 133 poin atau 0,9 persen ke level Rp14.602 per USD.
Angin segar nampak berhembus pada Rupiah pada hari ke-dua pekan ini. Setelah kemarin nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan dan meninggalkan level Rp14.600 per USD.
Pagi hari, Rupiah berhasil menguat 379 poin atau 2,5 persen ke Rp14.250 per USD. Di hari itu, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.200-Rp14.634 per USD.
Sore harinya, kendati sempat Rp14.175 per USD, namun Rupiah kembali ke Rp14.241 per USD. Adapun nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menguat cukup kencang. Rupiah sempat mengebut hingga ke Rp14.100 per USD.
Rupiah berhasil menguat Rp409 atau 2,8 persen ke Rp14.220 per USD.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS Jumat pagi dibuka menguat tajam. Rupiah menguat hingga Rp13.472 per USD.
Rupiah dibuka menguat 415 poin atau 2,99 persen ke level Rp13.472 per USD bila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.887 per USD. Kendati Rupiah sempat dibuka pada level Rp13.595 per USD, namun untuk mengawali perdagangan, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.463-Rp13.774 per USD.
Pada sore hari, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat cukup tajam. Rupiah masih bergerak di bawah level Rp13.500 per USD. Adapun nilai tukar Rupiah tercatat menguat 364 poin atau 2,63 persen ke Rp13.459 per USD. Pada akhir pekan, Rupiah pun sempat sumringah di Rp13.200-an per USD.